Selasa, 14 Desember 2010
di
09.47
|
Avenged Sevenfold akhirnya masuk dapur rekaman untuk merekam album terbaru. Seperti dalam posting tentang review album baru A7X mereka sudah menulis lagu dan tinggal recording saja. Nah kali ini mereka masuk dapur rekaman tanpa The Rev.
Gosip yang beredar bahwa The Rev akan diganti oleh Cobus Potgeiter ternyata keliru. Dalam pernyataan resmi di situs resmi mereka, Avenged Sevenfold masuk studio untuk rekaman dengan merekrut drummer Dream Theater yaitu Mike Portnoy. Kita kenal Mike adalah salah satu drummer terbaik dunia. Dia mengatakan adalah kehormatan bisa melakukan rekaman dengan Avenged Sevenfold dan terutama mengisi tempat The Rev. Mike Portnoy adalah drummer yang di kagumi Oleh The Rev.
Pernyataan Avenged sevenfold :
Saya ingin fans kami tahu bahwa dengan Jimmy di dalam hati kita, perjalanan kita untuk merekam secara resmi dimulai. Jimmy membantu dengan meninggalkan dunia ini sebagai hadiah yang mengagumkan dan sekarang sudah menjadi tugas kita untuk memastikan untuk menyampaikan bahwa hadiah untuk fans kami. Kami tanya drummer Jimmy favorit sepanjang masa iyalah drummer Mike Portnoy untuk mencatat atas nama dirinya. Mike mengatakan akan menjadi suatu kehormatan dan tanpa pertanyaan itu yang pasti ingin menggantikan Jimmy. Yang menghibur kepada kita bahwa seseorang seperti Mike, yang tidak diragukan lagi dihormati sebagai salah satu drumer terbaik di dunia, yang diadakan untuk penghormatan dan pemujaan untuk kemampuan The Rev. Meskipun tidak akan pernah sama tanpa saudara kita oleh pihak kita, esensi-Nya tinggal di hati kita dan melalui dia membantu menciptakan musik. Dia adalah seorang legenda sebelum keberhasilan atau semua itu omong kosong dan kami senang untuk berbaring bawah ini untuk fans kami, dan terutama untuk Jimmy.
MIKE PORTNOY
Pernyataan dari Mike Portnoy : Mike Portnoy telah resmi didapuk sebagai drummer anyar Avenged Sevenfold. Dia pun telah memberikan pernyataan resmi tentang kepastiannya mengisi posisi drummer A7X. Berikut ini pernyataannya :
Walaupun saya dalam kondisi tidak normal, saya pasti sudah senang dapat membantu mereka keluar dari masalah ini dan saya yakin saya pasti bisa karena saya pikir Avenged Sevenfold adalah band besar ... tetapi saat ini keadaanya sangat menyedihkan dan tragis, saya harus mengatakan bahwa saya benar-benar merasa terhormat telah diminta untuk bermain bersama mereka ... dan aku pun tidak perlu berpikir dua kali untuk mengatakan ya.
Mereka (Personel A7X) adalah keluarga sejati dan merupakan pengalaman yang sangat emosional, saya berada di sini bersama mereka untuk pertama kalinya tanpa saudara mereka (The Rev) yang telah pergi. Tapi mereka telah membawa saya ke dalam keluarga ini dengan tangan terbuka dan ada semangat yang nyata dari diri saya untuk membantu mereka menyelesaikan proyek album mereka.
Saya melakukan partisipasi saya di album ini dengan sangat hormat untuk Jimmy dan saya tetap memainkan ketukan drum yang ia tulis untuk lagu dan catatan yang telah ia buat.
Saya ingin penggemar mereka menyadari bahwa aku tidak mencoba masuk kesini untuk mengisi posisi The Rev ... Aku hanya sekedar untuk mempersembahkan sesuatu untuknya.
 James Owen Sullivan atau lebih sering disapa “The Rev” yang merupakan drummer band Avenged Sevenfold dikabarkan meninggal dunia pada usia 28 tahun pada hari senin (28/1/2009) waktu setempat.
John Domingo petugas kepolisian Huntington Beach menjelaskan bahwa The Rev meninggal di kediamannya di kawasan California Selatan. Meski tidak menemukan hal-hal yang tidak wajar atas sebab kematiannya, pihak terkait masih meneliti penyebab kematian The Rev secara pasti.
Pihak manajemen grup band Avenged Sevenfold telah mengumumkan berita duka ini pada situs resmi mereka. “Ini kabar yang sangat menyedihkan dan berat untuk disampaikan bahwa hari ini Jimmy “The Rev” Sullivan telah tiada, Jimmy tak hanya merupakan salah satu penggebuk drum terbaik di dunia, lebih dari itu dia adalah sahabat dan saudara terbaik”.
Semasa kariernya bersama Avenged Sevenfold, The Rev pernah memberikan kontribusi dalam penggarapan single “A Little Piece of Heaven.” Selain menjadi drummer, posisinya di grup yang dibentuk pada tahun 1999 itu juga sebagai penyanyi latar. Sebelumn bergabung dengan A7X, pria yang dikenal badung selama remaja itu, sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth.
Lahir pada tanggal 9 Februari 1981, sebagai anak tunggal. Pada masa kecilnya, dia terkenal sebagai bocah yang nakal sehingga seringkali dikeluarkan dari sekolah. Kelakuannya saat remaja makin tak terkendali. The Rev sudah tujuh kali masuk penjara karena doyan berkelahi dan doyan mabuk-mabukkan.
Namanya semakin dikenal setelah bergabung dengan Avenged Sevenfold dan band ini berhasil menuai sukses pada ajang MTV Video Music Awards 2006 pada penghargaan Best New Artist.
Band ini pernah dua kali manggung di Jakarta. Pada Oktober tahun lalu adalah terakhir A7X manggung di Jakarta. The Rev pun turun dalam konser yang dihajat promotor Java Musikindo tersebut.
Kamis, 09 Desember 2010
di
05.44
|

Avenged Sevenfold (juga dikenal sebagai A7X), adalah band beraliran metal core yang berasal dari Huntington Beach, California.
Mereka berasal dari tempat yang sama dimana kesemuanya kecuali Synyster Gates berasal dari sekolah yang sama, yaitu Huntington Beach High School. Mereka terbentuk di awal tahun 1999 dimana personil awalnya hanya beranggotakan empat orang saja yaitu M.Shadows, Zacky Vengeance, The Rev dan Justin Sane (Bass).Nama Avenged Sevenfold diambil dari salah satu kisah di dalam bibel. Walaupun mengambil nama dari bibel, M.Shadows mengakui bahwa bandnya tidak terlalu religius ataupun bertujuan untuk menyebarkan suatu kepercayaan religi atau poltik kepada penggemarnya.
Dalam perjalanannya, Avenged Sevenfold sempat berganti aliran dari metal-core menjadi lebih ke arah alternative metal. Rumor yang beredar mengatakan hal ini dikarenakan sang vokalis, M.Shadows harus menjalani operasi akibat pita suaranya yang sobek akibat melakukan scream yang terlalu keras pada sebuah konser. Namun dalam setiap kesempatan wawancara, Avenged Sevenfold sering menyangkal kebenaran rumor ini. Perubahan aliran yang mereka lakukan lebih dikarenakan mereka amat menyenangi melakukan eksperimental dalam bermusik dan ingin melakukan evolusi dalam gaya dan aliran bermusik mereka.
Avenged Sevenfold memiliki lambang yang merekan namakan “Deathbat”. Lambang ini dirancang oleh teman semasa SMA mereka, Micah Montague. Lambang ini selalu muncul di setiap konser mereka dan hampir selalu ada di setiap album mereka.
Album pertama mereka, Sounding the Seventh Trumpet direkam ketika mereka masih berumur 18 tahun. Album ini dirilis dengan label Good Life Recordings, tetapi setelah gitaris Synyster Gates masuk Avenged Sevenfold, album ini dirilis ulang dengan label Hopeless Records. Lagu “To End The Rapture” juga direkam ulang, kali ini ditambahkan dengan permainan gitar Synyster Gates. Dan akhirnya dirilis pada bulan juli 2001. Walaupun yang bermain bass dalam rekaman pembentukan album adalah Justin Sane, namun pemain bass yang tertera dalam CD skin adalah Daemon Ash. Hal ini dikarenakan sesaat sebelum proses mixing album tersebut, Justin Sane dikeluarkan dari band dan digantikan Johnny Christ. Sampai saat ini belum diketahui penyebab terusirnya Justin Sane dari band tersebut.
Pada tahun 2003, mereka pun merilis full-length album kedua mereka yang bertajuk Waking The Fallen. Album ini terjual sebanyak 175.000 copy di Amerika Serikat dan mencapai peringkat 12 di dalam Independent Album Chart di Amerika Serikat.
Album ketiga mereka, City of Evil, rilis di tahun 2005. Album tersebut merupakan salah satu album tersukses dari Avenged Sevenfold. Bahkan album tersebat sempat menduduki posisi 30 dalam US Billboard Chart dan terjual sebanyak 730.000 copy di Amerika Serikat saja. Saat itu Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik hip-hop dan pop yang merajalela, lalu Avenged Sevenfold merilis album mereka City of Evil tepatnya pada tanggal 8 Juni, 2005. Hits single Bat Country merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL. Mereka mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synyster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit. Album tersebut mendapat sertifikat gold dan memenangkan predikat Best New Artist in a Video di MTV VMA 2006 untuk lagu Bat Country.
Pada tahun 2007, mereka pun kembali menelurkan album baru yang bertajuk Avenged Sevenfold. Dalam debutnya di Amerika Serikat, album ini menempati posisi ke empat dalam Billboard 200. Album ini terjual sebanyak 94.000 copy di Amerika Serikut dalam kurun waktu satu minggu setelah perilisannya. Awal Agustus 2007, mereka menjalani tur Asia Pasifik mereka, dan sempat mampir di Indonesia dan memainkan lagu mereka pertama kali di depan publik. Lagu yang berjudul Almost Easy tersebut mendapat sambutan hangat dari penggemar di seluruh dunia. Ketika itu band punk Jogjakarta Endang Soekamti didaulat menjadi band pembuka.
Tahun 2008, mereka berpartisipasi sebagai headliners di tour Taste of Chaos bersama dengan Bullet for My Valentine, Atreyu, Blessthefall dan Idiot Pilot. Ketika tour, mereka merekam sebuah DVD yang mengandung 6 lagu baru mereka.
Dan di tahun 2008, mereka merilis sebuah album yang berisi rekaman live concert mereka di Long Beach, California yang bertajuk Live in the LBC & Diamonds in the Rough.
Ciri khas yang dapat andda nikmati dalam setiap musik mereka adalah nyanyian yang melodik dan screaming, hardcore riffs dan storming drum-beats. Dalam hal bermusik, Avenged Sevenfold banyak dipengaruhi oleh band-band seperti Pantera, NOFX, Misfits, Guns N’ Roses, Metallica, Dream Theater dan Iron Maiden.
Mereka cenderung memainkan nuansa agresif pada vokal, gitar, dan drum (bass tetap statis). Dengan sentuhan yang dinamis, mau keras atau lambat, mereka tetap menggunakan harmonisasi yang luar biasa dan komposisi yang teratur. Sebut saja lagu-lagu yang sedikit melow, seperti Seize The Day dan Dear God, gitarnya tetap di drop Dm seperti halnya metal-metal kebanyakan. Kemudian, ciri khasnya selain komposisi dan drop, Syn memasukkan nuansa sweep picking (arpeggio) di hampir semua lagunya. Keindahan sweep picking yang dipadukan dengan kromatik, slide, dan teknik-teknik lainnya bisa kita dengar di lagu The Wicked End. Kemudian selain itu, tidak lupa juga sentuhan akustik yang membawa suasana seperti di Hawaii, bisa kita dengar di lagu Sidewinder. Tapi, satu lagi ciri khas yang tidak pernah lepas dari mereka, menduetkan gitar Syn dan Zacky, memakai double bass dengan tempo yang beberapa kali lipat beat-nya dari biasanya .
|
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger by fatra.
|